Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Diskripsi Tari Seribu Tangan Gerak Bebas

1
.  -       Awalnya membentuk satu baris, kemudian berpencar selang-seling sambil menggerakkan tangan. Lalu tangan diangkat ke atas dan mulai berjalan ke posisi masing-masing.
2.       Setelah membentuk formasi tiga-tiga, maka ada gerakan bergantian. Dimulai dari 2 kelompok depan yang melakukan gerakan….Setelah itu baru disusul kelompok belakang dengan gerakan tangan ke depan dan ukel.
3.       Gerakkan bersama-sama sambil berputar, jongkok berdiri, kemudian langsung berjalan dengan tangan seblak samping dan membentuk formasi persegi.
4.       ………………………………….kemudian tangan disilangkan dan berjalan membentuk formasi huruf ‘V’. Dalam formasi ini terdapat 4 kelompok yang terdiri dari 2 orang dan satu orang di depan sebagai pusatnya.
5.       Kelompok belakang melakukan lompatan, kemudian mengangkat tangan dan kaki bergantian selang-seling dengan pasangannya. Sedangkan yang di depan melakukan gerakan……………………
6.       Setelah itu, badan di putar dan membentuk formasi tiga-tiga sambil berputar dan diakhiri dengan formasi seperti tangga.
7.       Tangan kanan diatas dan tangan kiri di bawah sambil menggerakkan kepala. Kemudian tantgan kanan dan kiri di lentangkan dan menyentuh pundak. Setiap kali dilentangkan kepala ikut menengok kearah salah satu tangan.
8.       Kemudian 2 orang di depan yang membentuk formasi tangga jatuh seperti tidur, dan orang di belakangnya langsung berjalan ke depan.
9.       3 orang yang sudah ada di depan melakukan gerak lompat dengan menendang kaki,……………….., berputar, dan langsung duduk di posisi masing-masing diikuti teman kelompoknya yang telah siap di belakang.

Sejarah Berdirinya GBT ( Gereja Bethel Tabernakel )


Gereja Bethel Tabernakel, disingkat GBT, adalah salah satu sinode gereja di Indonesia yang berdiri sejak 29 Mei 1957 dan bernaung di bawah Dewan Pentakosta Indonesia (DPI). Persekutuan GBT ini lahir sebagai sebuah sinode baru dari dalam struktur sinode Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS), yang berlanjut juga dengan Gereja Nazareth Pentakosta (1960) dan Gereja Bethel Indonesia (1969). Dari dalam struktur GBT sendiri, lahir pula sebuah sinode baru pada tahun 1970 yaitu Gereja Pentakosta Tabernakel.

Pada tahun 1955, Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Jl. Majapahit 43-45, Surabaya yang digembalakan oleh Pdt. Gershom Soetopo (GBIS berpusat di Jakarta), mengadakan kursus Alkitab bagi para calon Hamba Tuhan atau pelayan-pelayan Sidang. Kursus ini menghasilkan beberapa hamba Tuhan seperti Pdt. Yahya Gunawan Wibisono (Bandung), Pdt. Pieterz (Ambon), dan lain-lain. Angkatan selanjutnya menghasilkan Pdt. Rahuel Hendry Hendrata (Madiun) dan lainnya. Gagasan kursus Alkitab ini kemudian mengalami kemajuan pesat dan mendapat tanggapan baik dari banyak pihak, sehingga diadakan tiap tahun pada bulan April sampai Oktober. Pada awal tahun 1957, setelah kursus Alkitab ini berjalan sekitar dua tahun maka beberapa hamba Tuhan mengadakan pertemuan di GBIS Jl. Majapahit 43-45 tersebut. Mereka berkumpul untuk membicarakan tentang kemungkinan didirikannya sebuah badan persekutuan baru dan diputuskan untuk membentuk Tim Pekabaran Injil "Gerakan Memperluas Pengajaran Tabernakel" (Tim PI GMPTES). Sesuai dengan nama tim tersebut, maka tim PI ini bertujuan untuk memperluas pengajaran Tabernakel di semua gereja-gereja. Sejak itu para Hamba Tuhan yang bergabung dalam tim tersebut mulai bekerja memperluas pelajaran Tabernakel di gereja masing-masing. Perluasan ini mendapat kemajuan pesat.

Pada awal Mei 1957, Tim PI GMPETES membentuk panitia pertemuan dengan ketua panitia Pdt. Go Hong Sing dan penulis Pdt. Martin Luther Simbira. Undangan pertemuan ini disampaikan kepada hamba-hamba Tuhan seluruh Indonesia. Pertemuan itu dilaksanakan di GBIS Majapahit. Dalam pertemuan itu (yang dihadiri lebih dari

Sejarah Berdirinya GPdI ( Gereja Pantekosta di Indonesia )


Selayang pandang GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA

Berdirinya Gereja Pantekosta di Indonesia tidak terlepas dari kedatangan dua keluarga missionaris dari Gereja Bethel Temple Seattle, USA ke Indonesia pada tahun 1921 yaitu Rev. Cornelius Groesbeek dan Rev. Richard Van Klaveren keturunan Belanda yang berimigrasi ke Amerika. Dari Bali maka pelayanan beralih ke Surabaya di pulau Jawa tahun 1922, kemudian ke kota minyak Cepu pada tahun 1923. Di kota inilah F.G Van Gessel pegawai BPM bertobat dan dipenuhkan Roh Kudus disertai/disusul banyak putera – puteri Indonesia lainnya antara lain : H.N. Runkat, J. Repi, A. Tambuwun, J. Lumenta, E. Lesnusa, G.A Yokom, R.Mangindaan, W. Mamahit, S.I.P Lumoindong dan A.E. Siwi yang kemudian menjadi pionir-pionir pergerakan Pantekosta di seluruh Indonesia.
Karena kemajuan yang pesat, maka pada tanggal 4 Juni 1924 Pemerintah Hindia Belanda mengakui eksistensi “De Pinkster Gemeente in Nederlansch Indie” sebagai sebuah “Vereeniging” (perkumpulan) yang sah. Dan oleh kuasa Roh Kudus serta semangat pelayanan yang tinggi, maka jemaat-jemaat baru mulai bertumbuh dimana-mana.
Tanggal 4 Juni 1937, pemerintah meningkatkan pengakuannya kepada pergerakan Pantekosta menjadi “Kerkgenootschap” (persekutuan gereja) berdasarkan Staatblad 1927 nomor 156 dan 523, dengan Beslit Pemerintah No.33 tanggal 4 Juni 1937 Staadblad nomor 768 nama “pinkster Gemente” berubah menjadi “Pinksterkerk in Nederlansch Indie”. Pada zaman pendudukan Jepang tahun 1942, nama Belanda itu diubah menjadi “Gereja Pantekosta di Indonesia”. Ketika itu Ketua Badan Pengoeroes Oemoem ( Majelis Pusat) adalah Pdt. H.N Runkat.
Selain perkembangan perlu juga dicatat beberapa perpecahan yang kemudian melahirkan gereja-gereja baru dimana para pendirinya berasal dari orang-orang GPdI antara lain : Pdt. Ho Liong Seng (DR.H.L Senduk) pendiri gereja GBI yang bersama Pdt. Van Gessel pada tahun 1950 berpisah dengan GPdI dan mendirikan GBIS, Pdt. Ishak Lew pada tahun 1959 keluar dan mendirikan GPPS, sebelumnya pada tahun 1936 Missionaris R.M. Devin dan R. Busby keluar dan membentuk Assemblies of God, tahun 1946 Pdt. Tan Hok Tjoan berpisah dan membentuk Gereja Isa Almasih dan lain-lain sebagainya.
Peranan para pioner pun patut dikenang, sebab karena perjuangan mereka pohon GPdI telah bertumbuh dengan lebat, mereka antara lain : Pdt. H.N. Runkat yang merambah ladang di Pulau Jawa, (Jakarta, Jabar, Jateng, dll), tahun 1929 Pdt. Yulianus Repi dan Pdt. A. Tambuwun disusul oleh Pdt. A. Yokom, Pdt. Lumenta, Pdt. Runtuwailan menggempur Sulawesi Utara, tahun 1939, dari Sulut / Ternante Pdt. E. Lesnussa ke Makasar dan sekitarnya. Tahun 1926 Pdt. Nanlohy menjangkau kepulauan Maluku (Amahasa) yang kemudian disusul oleh Pdt. Yoop Siloey, dll.
Tahun 1928 Pdt. S.I.P Lumoindong ke D.I Yogyakarta tahun 1933 Pdt. A.E. Siwi menabur ke pulau Sumatera (Sumsel, Lampung, Sumbar dan kemudian tahun 1939 ke Sumut), tahun 1932 Pdt. RM Soeprapto mulai membantu pelayanan di Blitar kemudian Singosari dsk, tahun 1937 ke Sitiarjo Malang Selatan. Tahun 1935 Pdt. Siloey dkk, merintis pelayanan ke Kupang NTT, tahun 1930 Pdt. De Boer disusul Pdt. E. Pattyradjawane dan A.F Wessel ke Kalimantan Timur. Tahun 1940 Pdt. JMP Batubara menebas ladang Kalimantan Barat (Pontianak), Pdt. Yonathan Itar pelopor Injil Pantekosta di Irian Jaya, dan lain-lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Oleh pengorbanan mereka GPdI bertumbuh dengan pesat. 

Sejarah Berdirinya PGI ( Persatuan Gereja Indonesia )


Pada 6-13 November 1949 diadakan “Konferensi Persiapan Dewan Gereja-gereja di Indonesia”. Seperti diketahui sebelum Perang Dunia II telah diupayakan mendirikan suatu Dewan yang membawahi pekerjaan dan Zending; namun karena pecahnya PD II maksud tersebut diundur. Setelah PD II berdirilah tiga buah Dewan Daerah, yaitu “Dewan Permusyawaratan Gereja-gereja di Indonesia, berpusat di Yogyakarta (Mei 1946); “Majelis Usaha Bersama Gereja-gereja di Indonesia bagian Timur”, berpusat di Makassar (Maret 1947) dan “Majelis Gereja-gereja bagian Sumatera” (awal tahun 1949), di Medan. Ketiga dewan daerah ini didirikan dengan maksud membentuk satu Dewan Gereja-gereja di Indonesia, yang melingkupi ketiga dewan tersebut.

          Pada 21-28 Mei 1950 diadakan Konferensi Pembentukan Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI), bertempat di Sekolah Theologia Tinggi (sekarang STT Jakarta). Hadir dalam konferensi tersebut adalah: (1) HKBP; (2) GBKP; (3)Gereja Methodis Sumatera; (4) BNKP; (5) HKI; (6) Gereja Dajak Evangelis; (7) GPIB; (8) GPI; (9) Gereja-gereja Gereformeerd; (10) Gereja Pasundan; (11) Patunggilan Pasamuan Kristen sekitar Muria; (12) Gereja Kristen Jawa Tengah; (13) Gereja Kristen Jawa Tengah Utara; (14) Tionghoa Kie Tok Kauw Hwee /Khoe hwee Jawa Barat ; (15) Ciung Hua Chi Tu Chiao Hui; (16) Jakarta Chi Hui; (17) Gereja Kristen Tionghoa Jawa Tengah; (18) Tionghoa Kie Tok Kauw Hwee /Khoe hwee Jawa Timur; (19) Gereja Kristen Protestan Bali; (20) Gereja Kristen Sumba; (21) Gereja Kristen Maluku.

          Salah satu agenda dalam konferensi tersebut adalah pembahasan tentang Anggaran Dasar DGI. Pada 25 Mei, Anggaran Dasar DGI disetujui oleh peserta konferensi dan tanggal tersebut ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI) dalam sebuah “Manifes Pembentoekan DGI”:

        

Sticky Post - Cara Membuat Posting Blog Menjadi Teratas pada Google

Sticky post adalah posting atau tulisan yang selalu berada di posisi paling atas, dan posisi sticky post tidak akan tergeser kebawah walaupun ada posting baru. Sticky post digunakan untuk artikel yang dirasa sangat penting agar mudah dilihat dan dibaca oleh para pengunjung blog. Selain itu bagi mereka yang bermain dalam bisnis e-commerce review, terkadang ada advertiser yang meminta agar artikel ditampilkan di halaman depan untuk waktu yang ditentukan, naah.. sticky post berguna juga untuk hal tersebut agar persyaratan advertiser terpenuhi namun blog tetap bisa di update sebagaimana mestinya.

Cara membuat Sticky Post

Membuat sebuah sticky post sangatlah mudah, anda hanya memberi checklist pada pilihan Stick this post to the front page. Berikut uraian lengkapnya :
  1. Misalkan anda sedang menulis / membuat sebuah artikel baru. Jika anda masih kurang faham tentang bagaimana cara membuat artikel di wordpress, silahkan untuk membaca tutorial mengenai Cara Posting / Update Artikel di WordPress.
  2. Sebelum anda mempublikasikan artikel yang sedang anda buat, alihkan perhatian ke sebelah kanan bagian atas monitor, dan klik Edit untuk : Visibility: Public. membuat sticky post wordpress
  3. Checklist / centang pada kotak kecil disamping tulisan Stick this post to the front page. sticky post wordpress
  4. Dan klik Publish untuk mempublikasikan artikel tersebut,
  5. Selesai.

TATA NAMA SENYAWA POLIATOMIK



             Polyatomic compounds is a compound derived from polyatomic ions. Ion is a polyatomic ion consisting of two atoms or more atoms bound together and form ions, both positive ions (cations) and negative ions (anions).
             Polyatomic anions are formed from non-metal atoms with oxygen (oxygen anions). Appropriate nomenclature polyatomic compounds following way.
a.       For the amount of oxygen anions with a different kind, namely if it contains more oxygen was given its name suffix-at, if less oxygen is the name given the suffix-it.
Example:   NO3- = nitrat
NO2-   = nitrit
SO32- = sulfit
SO42- = sulfat
b.       To contain the number of oxygen anions through 4, namely penamaannya ions containing oxygen at least given the prefix hypo-and suffix-it, if it contains the most oxygen was given prefix per-and the suffix-at.
Example:   CIO- = hipoklorit
CIO2-     =          klorit
CIO3-     =          klorat
CIO4-     =          perklorat
c.       Naming polyatomic compounds begins by mentioning the name of cations then anion.
Example:   NaNO2   = natrium nitrit
NaNO3   = natrium nitrat
K2SO3    = kalium sulfit
K2SO4    = kalium sulfat
NaCIO   = natrium hipoklorit
NaCIO2 = natrium klorit
NaCIO3 = natrium klorat
NaCIO4 = natrium perklorat



APLIKASI WEB

I. Pengantar
A. Konsep Multi Tier Application
Aplikasi internet berbasis web, yang akan kita kembangkan dalam
pelatihan ini, adalah salah satu penerapan multi tier application.
Multi tier application adalah aplikasi yang dibagi menjadi beberapa
bagian yang menjalankan fungsi masing-masing. Secara umum, ada tiga
bagian utama dari multi tier application:
􀂉 Client side presentation
􀂉 Server side business logic
􀂉 Backend storage
 
Client Side Presentation
Client side presentation mengatur bagaimana aplikasi berinteraksi
dengan user. Yang dimaksud dengan interaksi antara lain adalah:
bagaimana data ditampilkan, bagaimana fungsi dan fitur aplikasi
ditampilkan.
Dalam aplikasi berbasis web, client side presentation dibuat dengan
bahasa HTML, CSS, dan JavaScript. Beberapa tool yang digunakan untuk
membuat client side presentation diantaranya Microsoft Frontpage,
Macromedia Dreamweaver, dan sebagainya.
Client side presentation berbasis web contohnya adalah tampilan aplikasi
email yang kita buka dengan browser.
 
Server Side Business Logic
Server side business logic, sering disebut juga middle tier, adalah bagian
yang bertanggung jawab atas cara kerja aplikasi. Di dalamnya kita
mengatur bagaimana fungsi dan fitur aplikasi dapat bekerja dengan baik.
Dalam aplikasi berbasis web, ada beberapa alternatif yang dapat
digunakan, ditentukan oleh jenis platiform yang digunakan. Alternatif ini
akan dijelaskan lebih detail pada bagian selanjutnya.

Back End Storage
Bagian ini mengatur cara penyimpanan data. Penyimpanan data
merupakan materi yang cukup kompleks dalam pembangunan aplikasi.
Karena kecepatan, keutuhan, dan keamanan data merupakan faktor kritis
dalam aplikasi.
Ada banyak solusi database yang tersedia di pasaran. Pada umumnya,
database yang digunakan bertipe relasional (Relational Database
Management System – RDBMS). Manajemen data dilakukan dengan
bahasa SQL (Standard Query Language).
 

Sekilas Info tentang Hujan Darah

Video hujan darah di India. Orang India menyangka bahwa warna merah darah pada hujan ini karena pasir gurun Arab yang terbawa dan tercampur air. Seperti kejadian pada tahun 1968 dimana partikel gurun pasir Arab bercampur dengan air hujan dan menyebabkan hujan serupa di Inggris saat itu.
Hujan Darah India
Namun hujan darah di Kerala India sangat berbeda karena warna merah yang awalnya di dikira percampuran pasir dan air, ternyata merupakan sel hidup, sehingga muncul anggapan bahwa sel tersebut adalah sel alien.
Dan sel ini mempunyai komposisi 45% oksigen, 50% karbon dan selebihnya yakni 5% lagi ialah unsur lain seperti sodium dan besi.
Tidak hanya itu, sel ini juga mampu membelah diri seperti amuba. Dan berdiameter umum antara 3 hingga 10 mikrometer yang di perkuat dengen ketebalan dinding sel.

Apakah yang di maksud dengan La Nina dan El Nino

Seperti yang sudah bnyak diceritakan sebelumnya dan mungkin sudah banyak yang tau klo Indonesia ini terletak di antara dua benua dan dua samudera. Kondisi yang menyebabkan indonesia menjadi sangat unik lokasinya. Lokai yang unik ini juga menyebabkan fluktuasi iklim, khususnya curah hujan yg juga unik. Misalnya indonesia ini merupakan lokasi terjadinya konvergensi dua buah sirkulasi utama di dunia yaitu sirkulasi walker dan sirkulasi hadley. Karena terletak di antara dua benua, maka aktifitas hangat dan dingin dikedua benua akibat dari pergerakan matahari yang berpindah dari 23.5o LU ke 23.5o LS setiap tahun menyebabkan negeri kita ini juga di lewati oleh angin monsoon. Trus indonesia juga di penuhi oleh gunung2, hutan, ladang yang juga unik bentuknya. Semua itu mempengaruhi hujan di indonesia. Apa hubungannya dengan El Nino dan La Nina? Akibat dari interaksi semuanya itu menyebabkan pengaruh El Nino dan La Nina semua tempat di Indonesia berbeda2…

Contohnya saja di Bali. Pengaruh fluktuasi nilai indeks osilasi selatan yang menggambarkan kejadian El Nino/La Nina antara bagian selatan dan utaranya. Karena di tengah2 pulau Bali ada gunung yang membentang dari timur ke barat (As-syakur, 2007). Aldrian and Susanto (2003) juga menyimpulkan bahwa pengaruh El Nino/La Nina juga berbeda pada setiap daerah dengan pola hujan yang berbeda, dimana di daerah dengan polah hujan monson pengaruh fenomena iklim ini kuat, pada daerah berpola hujan equatorial pengaruhnya lemah, sedangkan pada daerah berpola hujan lokal tidak jelas. Hasil yang sama juga di ungkapkan oleh Hamada et al. (2002), walaupun Hamada et al. membagi pola hujan di Indonesia dengan 4 pola yang berbeda, tapi intinya dia jua mengungkapkan bahwa setiap daerah dengan pola hujan yang berbeda, responnya terhadap El Nino/La Nina juga berbeda-beda. gambar di bawah adalah pola spasial efek El Nino 1997/1998 terhadap curah hujan di dunia (Bell et al., 1999) (klik untuk memperbesar). bila di lihat dari gambar tersebut terlihat penurunan hujan di indonesia sangat drastis saat El Nino 97/98. 
Artikel yang menarik untuk melihat distribusi efek El Nino ini secara lengkap khususnya kejadian El Nino 1997 adalah publikasinya Gutman et al. (2000) yang berjudul Using NOAA/AVHRR Products to Monitor El Niño Impacts: Focus on Indonesia in 1997–98 dan diterbitkan di Bulletin of the American Meteorological Society No. 81. Beliau merangkum banyak hal disitu mulai dari kondisi sebaran SST saat itu dan efeknya terhadap sebaran hujan (Gambar di atas, klik untuk memperbesar), bagaimana sebaran kekeringan, sebaran kebakaran hutan, sebaran suhu permukaan daratan serta tutupan vegetasi. Secara umum kesimpulan beliau adalah pada saat El Nino suhu permukaan laut meningkat, periode kekeringan yang berkepanjangan, dengan keadaan jumlah awan, curah hujan serta uap air yang rendah. Akibatnya fluktuasi penyerapan gelombang pendek dan kehilangan gelombang panjang adalah meningkat secara signifikan.

Tips dan Trik Belajar Matematika

Sebenarnya saya kurang setuju dengan cara - cara yang digunakan oleh beberapa bimbingan belajar ( kayaknya hampir semua bimbel ) yang mengajar trik - trik tertentu ( kadang disebut sebagai rumus cepat ) untuk mengerjakan soal matematika.


1. Saya kadang suka mendapat pertanyaan dari siswa " apakah ada rumus cepatnya pak ? " jika sebuah soal terkesan agak sedikit menjelimet dalam proses pencarian jawabannya.

2. Sebenarnya " rumus cepat " tersebut kadang dipahami secara instant, padahal sebuah rumus cepat itu sebenarnya didapat dari kematangan konsep sebuah materi ( itu artinya untuk si pengajar mungkin rumus tersebut mudah untuk dicerna, akan tetapi siswa tidak melihat proses bagaimana rumus itu bisa ada).